Precious Life 2.0

Papa dan Mama di Grand Canyon USA

Jadi kenapa tulisan ini ada 2.0 nya? Mentang-mentang yang nulis lulusan S2 computer science (sombong dikit)? Bukan! Ada 2.0 nya karena menyambung tulisan 9 tahun-an yang lalu : https://sutrisnoyao.wordpress.com/2011/10/19/celebrer-la-vie/ , walaupun tanggal penulisannya 19 oktober 2011, sebenernya tulisan itu dibuat tahun 2008, lupa tanggal pastinya tapi kondisi saat itu waktu belum lama lulus kuliah dan merantau di negeri orang buat kerja.. Tulisan itu pertama kali dipublish di Facebook Note.

Jadi, singkatnya tulisan 9 tahun yang lalu itu tentang perenungan hidup. Apakah hidup kita itu cuman berlalu begitu saja? Lahir, Besar, Menikah, Punya anak, dan Meninggal? Kok berat bener, merenungi hidup di umur 23 (waktu itu)? Yah, Karena kalau merenungnya di umur 70-80 tahun mungkin agak sedikit terlambat.. 🙂

“You only live once, but if you do it right, once is enough.” – Mae West

Banyak yang terjadi dalam 9 tahun ini, banyak yang datang dan pergi, beberapa teman dan orang terkasih memutuskan untuk pulang ke surga lebih dulu.. banyak helai rambut rontok dimakan usia.. angka kolestrol pun sudah tidak sejinak dulu.. Selain itu positifnya juga banyak pelajaran hidup yang menetap di hati dalam 9 tahun ini.. Hidup mungkin sudah agak lebih jelas dibanding 9 tahun yang lalu tetapi hidup terus berjalan dan memberikan kejutan setiap harinya.

“You’ve gotta dance like there’s nobody watching,
Love like you’ll never be hurt,
Sing like there’s nobody listening,
And live like it’s heaven on earth.” – William W. Purkey

Mungkin kita juga harus banyak berkaca pada orang-orang terdekat kita, orang tua kita, kakak-kakak, kakek-nenek bagaimana mereka menjalani hidupnya.. Papa dan mama saya hidup bahagia dan saling mencintai semenjak pertama bertemu 45 tahun yang lalu, hidup yang sederhana karena harta bukan patokan kebahagiaan mereka dan saya pun percaya hal yang sama.. Bahagia buat saya adalah seberapa banyak bahagia yang kita salurkan untuk orang lain. Dari mereka pun saya mempelajari, bahagia bukan berarti setiap hari tidak pernah marah dan terjerembab.. tetapi harus kembali bangkit ketika kita terpeleset jatuh.. dan pada akhirnya kita pun akan belajar kalau mengalah dan menjadi tidak egois adalah pilihan terbaik yang pernah ada..

“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.” – Albert Einstein

Bagaimana dengan hidup mu? Percayalah berapa pun umurmu sekarang belum terlambat untuk melakukan perubahan dan melakukan kebaikan. Jalani hidup mu seperti mengendarai kendaraan di jalan.. putar balik ketika salah jalan dan jangan lupa cari jalan tikus ketika jalan di depan macet (be creative in life). Selalu ada lampu merah dan hijau yang harus kamu patuhi.. dan sebelum jalan, jangan lupa minta nasihat Google Maps (baca: berdoa pada Tuhan minta petunjuk), eh bukan artinya Google itu Tuhan yah!! 🙂

“I’m selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can’t handle me at my worst, then you sure as hell don’t deserve me at my best.” – Marilyn Monroe

Let’s Celebrate Life once again!! 🙂